Banyak penggemar slot yang penasaran dengan slot plinko. Permainan ini menyajikan kombinasi antara strategi dan keberuntungan.

Dukung Kelancaran Arus Logistik Pelabuhan, KSOP Utama Tanjung Priok berikan kebijakan penyesuaian YOR

Kamis, 16 Jul 2026 03:57 WIB
SHARE

Jakarta – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok menyiapkan sejumlah langkah guna menjaga kelancaran arus logistik di kawasan pelabuhan. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya volume impor yang menyebabkan penumpukan peti kemas kosong (empty container) di depo peti kemas.

Kondisi tersebut mendorong kenaikan Yard Occupancy Ratio (YOR) hingga mendekati kapasitas maksimal, sehingga berpotensi menghambat kelancaran operasional dan memicu kepadatan di area pelabuhan.

Sebagai tindak lanjut, KSOP Utama Tanjung Priok menggelar rapat koordinasi pada 13 dan 15 Juli 2026 bersama sejumlah pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut melibatkan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, KSOP Kelas II Marunda, KSOP Kelas II Patimban, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Jaya, perusahaan pelayaran, serta operator terminal peti kemas.

Dalam rapat tersebut, KSOP mengusulkan penyesuaian sementara batas Yard Occupancy Ratio (YOR) di terminal peti kemas dari 65 persen menjadi 70 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan ruang tambahan bagi pengelolaan peti kemas sekaligus menjaga kelancaran aktivitas logistik. Penerapannya akan dievaluasi setelah berjalan selama satu bulan.

Selain penyesuaian YOR, KSOP juga membuka peluang penambahan gate pass apabila diperlukan oleh operator terminal. Kebijakan tersebut akan diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di dalam terminal maupun akses jalan menuju kawasan pelabuhan agar operasional tetap berjalan lancar.

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, mengatakan bahwa langkah tersebut bertujuan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan arus peti kemas tanpa mengabaikan aspek keselamatan, kelancaran operasional, dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Sebagai alternatif untuk mengurangi kepadatan, Pelabuhan Patimban juga dipertimbangkan sebagai lokasi repositioning peti kemas kosong dengan kapasitas sekitar 1.000 TEUs selama 7 hingga 10 hari.

Meski demikian, pemanfaatan Pelabuhan Patimban masih memerlukan koordinasi lebih lanjut mengingat pembangunan jalan tol akses menuju pelabuhan tersebut ditargetkan baru selesai pada kuartal III 2027. Selama masa transisi, distribusi peti kemas menuju Patimban dapat memanfaatkan jaringan jalan nasional serta Jalan Tol Trans Jawa.

Melalui berbagai langkah tersebut, KSOP Utama Tanjung Priok berharap pengelolaan peti kemas dapat berjalan lebih optimal sehingga kelancaran arus logistik nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan.

Sumber:

Sudut Pandang: https://sudutpandang.id/dukung-kelancaran-arus-logistik-pelabuhan-ksop-utama-tanjung-priok-berikan-kebijakan-penyesuaian-yor/