Subang – Pelabuhan Patimban semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu simpul logistik strategis nasional. Tidak hanya melayani angkutan peti kemas internasional, pelabuhan ini juga mulai dimanfaatkan untuk aktivitas kapal kargo yang melayani distribusi barang antardaerah.
Salah satu aktivitas terbaru adalah pengiriman 2.000 ton beras milik Perum Bulog Cirebon menggunakan KM Wiramas dengan tujuan Pontianak, Kalimantan Barat. Pengiriman tersebut menjadi pengiriman beras kedua yang dilakukan melalui Pelabuhan Patimban, setelah sebelumnya pelabuhan ini juga digunakan untuk pengiriman beras menuju Dumai.
Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Cirebon, Adhe Purnama, menyambut positif perkembangan operasional Pelabuhan Patimban, khususnya setelah terminal peti kemas resmi beroperasi.
Menurutnya, Pelabuhan Patimban memiliki potensi besar menjadi pelabuhan utama di Jawa Barat. Dengan panjang dermaga mencapai 450 meter dan kedalaman alur sekitar 14 meter, pelabuhan ini dinilai mampu melayani kapal-kapal berukuran besar, termasuk pelayaran internasional.
Adhe berharap kualitas pelayanan di pelabuhan terus dijaga agar mampu memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa. Ia juga mendorong percepatan penyelesaian akses jalan tol menuju Pelabuhan Patimban guna meningkatkan kelancaran distribusi logistik.
Sejumlah perusahaan pelayaran domestik juga mulai mencermati peluang operasional di Patimban. Beberapa operator mengaku masih mempelajari potensi pemanfaatan pelabuhan tersebut untuk mendukung kegiatan distribusi barang.
Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban menyampaikan bahwa layanan peti kemas internasional perdana telah berlangsung dengan lancar melalui kapal MSC ARIA III yang dioperasikan oleh Mediterranean Shipping Company (MSC).
Kapal berbendera Liberia tersebut sandar di Pelabuhan Patimban pada 9 Juli 2026 dan kembali berlayar menuju Pasir Gudang, Johor, Malaysia pada 11 Juli 2026 setelah menyelesaikan proses pemuatan peti kemas.
Pada pelayaran perdana tersebut, kapal berhasil mengangkut sebanyak 761 boks kontainer atau setara 1.473 TEUs, termasuk 92 kontainer bermuatan penuh. Layanan ini menjadi bagian dari Enhanced Seahorse Service yang menghubungkan Indonesia dengan sejumlah negara di kawasan Asia, seperti Tiongkok, Thailand, Singapura, dan Malaysia.
Kelancaran operasional perdana didukung oleh koordinasi berbagai instansi, mulai dari KSOP Patimban, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, hingga penyedia layanan kepanduan kapal yang memastikan proses sandar dan keberangkatan berlangsung aman dan tertib.
Ke depan, layanan peti kemas internasional di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban dijadwalkan beroperasi secara rutin dengan frekuensi satu kali kunjungan setiap minggu. Selain itu, layanan peti kemas domestik melalui kapal feeder juga akan dilaksanakan setiap pekan untuk memperkuat konektivitas logistik nasional.
Kepala KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian, menyatakan bahwa keberhasilan layanan internasional perdana menjadi tonggak penting dalam pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai pusat logistik nasional. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan perusahaan pelayaran internasional terhadap kesiapan infrastruktur, layanan, dan ekosistem kepelabuhanan di Patimban.
Dengan bertambahnya layanan internasional maupun domestik, Pelabuhan Patimban diharapkan mampu menjadi alternatif distribusi yang semakin kompetitif, memperkuat konektivitas perdagangan, meningkatkan efisiensi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sumber:
Ocean Week: https://oceanweek.co.id/88965-2/