Banyak penggemar slot yang penasaran dengan slot plinko. Permainan ini menyajikan kombinasi antara strategi dan keberuntungan.

Patimban Disiapkan Jadi Penopang Logistik saat Tanjung Priok Padat

Jumat, 10 Jul 2026 01:43 WIB
SHARE

Subang – Pelabuhan Patimban diproyeksikan menjadi pelabuhan pendukung bagi Pelabuhan Tanjung Priok guna mengurangi kepadatan arus logistik sekaligus memperkuat konektivitas distribusi barang di Indonesia. Kehadiran pelabuhan ini juga diharapkan mampu menunjang pertumbuhan industri dan aktivitas ekspor, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

CEO PT Pelabuhan Patimban International (PPI), Fuad Rizal, menjelaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Patimban merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk melengkapi kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok yang selama ini menjadi pelabuhan utama dengan tingkat aktivitas yang sangat tinggi.

Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Patimban akan memberikan alternatif layanan logistik bagi kawasan industri di Jawa Barat dan Jawa Tengah sehingga distribusi barang dapat berlangsung lebih efisien.

Saat ini, terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban memiliki kapasitas hingga 218 ribu unit kendaraan per tahun. Sementara itu, terminal peti kemas telah memiliki kapasitas terpasang sebesar 525 ribu TEUs (Twenty-foot Equivalent Unit).

Dalam operasionalnya, PT Pelabuhan Patimban International bekerja sama dengan Patimban International Car Terminal (PICT) untuk layanan terminal kendaraan serta Patimban Global Terminal (PGT) dalam pengelolaan terminal peti kemas. PGT sendiri didukung oleh sejumlah mitra internasional, di antaranya Toyota Tsusho, Mediterranean Shipping Company (MSC) melalui Africa Global Logistics, serta Samudera Indonesia.

Fuad juga mengungkapkan bahwa sejak terminal kendaraan mulai beroperasi pada 2022, aktivitas bongkar muat kendaraan terus menunjukkan kinerja yang konsisten. Volume kendaraan yang dilayani bahkan telah melampaui 200 ribu unit setiap tahun, dengan sekitar 70 persen ekspor kendaraan berasal dari produsen otomotif Toyota dan Daihatsu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia, Takeda Sachiko, mengatakan pembangunan Pelabuhan Patimban bertujuan mengurangi kepadatan logistik di kawasan Jakarta sekaligus memperkuat jaringan ekspor bagi kawasan industri di Jawa Barat.

Ia menjelaskan, banyak perusahaan asal Jepang yang beroperasi di wilayah tersebut membutuhkan akses pelabuhan yang lebih efisien untuk mendukung kegiatan ekspor maupun distribusi barang.

Takeda menambahkan, Pelabuhan Patimban juga menjadi salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu mendorong pengembangan kawasan Rebana (Cirebon–Patimban–Kertajati). Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di bagian timur laut Jawa Barat serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja yang lebih luas.

Sebagai informasi, berdasarkan data JICA, proyek pembangunan Pelabuhan Patimban memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah Jepang melalui skema pinjaman senilai 272,5 miliar yen atau sekitar Rp30,58 triliun.

Sumber: