Banyak penggemar slot yang penasaran dengan slot plinko. Permainan ini menyajikan kombinasi antara strategi dan keberuntungan.

PT Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Layanan sebagai Dukungan terhadap Integrasi Logistik Multimoda Internasional dan Pengembangan Transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak

Jumat, 03 Jul 2026 01:53 WIB
SHARE

SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat layanan logistik sebagai bagian dari upaya mendukung integrasi logistik multimoda internasional serta pengembangan layanan transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok dan daya saing logistik nasional.

Upaya tersebut dibahas dalam kunjungan lapangan dan rapat koordinasi yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik pada Kamis (2/7). Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi perkembangan layanan logistik multimoda sekaligus mendorong penguatan konektivitas antarmoda di Indonesia.

Rapat turut dihadiri perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Pelindo Regional 3, Pelindo Terminal Petikemas, KAI Logistik, sejumlah asosiasi logistik seperti GPEI, ALFI, GINSI, PPLI, serta perusahaan pelayaran internasional CMA CGM.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan jalur kereta api yang terhubung langsung ke kawasan pelabuhan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional dalam mendukung layanan logistik multimoda yang menghubungkan pusat-pusat logistik di Pulau Jawa dengan jaringan pelayaran internasional.

Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, mengatakan bahwa pengembangan sistem logistik multimoda merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.

Menurutnya, integrasi antara layanan kereta api, pelabuhan, dan jaringan pelayaran internasional akan menciptakan sistem logistik yang lebih terhubung, mempercepat arus barang, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Dalam rapat koordinasi, peserta juga membahas perkembangan layanan logistik multimoda pada koridor Jakarta-Semarang-Surabaya. Layanan tersebut mengintegrasikan transportasi kereta api dengan angkutan laut melalui konektivitas antara Stasiun Jakarta Gudang, Semarang Tawang, dan Surabaya Benteng dengan terminal petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak.

Pada skema tersebut, TPS berperan sebagai salah satu simpul utama yang menghubungkan Stasiun Surabaya Benteng dengan terminal petikemas. Peran tersebut dinilai penting dalam mendukung konsolidasi kargo ekspor maupun distribusi kargo impor yang terhubung dengan kawasan industri dan jaringan pelayaran internasional.

Forum juga menyoroti pentingnya pengembangan layanan multimoda sebagai salah satu upaya menekan biaya logistik nasional yang saat ini masih berada di kisaran 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Integrasi moda kereta api dan kapal laut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya, mempercepat waktu pengiriman, memperkuat keandalan rantai pasok, serta mendukung sistem pelacakan barang yang lebih terintegrasi.

Selain itu, pembahasan turut mencakup pengembangan layanan transhipment di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo, khususnya Pelabuhan Tanjung Perak. Peningkatan kapasitas transhipment dinilai dapat mengonsolidasikan arus peti kemas domestik dan internasional di dalam negeri, mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur pelabuhan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan perdagangan global.

Dalam diskusi tersebut, para peserta juga mengidentifikasi sejumlah isu yang memerlukan tindak lanjut bersama, di antaranya peningkatan daya saing tarif angkutan kereta api logistik, harmonisasi kebijakan fiskal, optimalisasi jalur rel menuju terminal petikemas, serta penguatan infrastruktur pada koridor logistik strategis nasional.

Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Wahyu Widodo, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pengembangan layanan logistik multimoda internasional dan transhipment. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan konektivitas antarmoda, modernisasi peralatan bongkar muat, elektrifikasi fasilitas operasional, serta penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Ke depan, TPS akan terus memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang perdagangan internasional dan pusat logistik Indonesia bagian timur melalui peningkatan kualitas layanan, optimalisasi konektivitas multimoda, serta pengembangan layanan transhipment yang kompetitif dan berkelanjutan.

Sumber: kabarjagad.id