Banyak penggemar slot yang penasaran dengan slot plinko. Permainan ini menyajikan kombinasi antara strategi dan keberuntungan.

Pertamax Naik, Bahlil Pastikan Tarif Logistik Tetap Stabil

Kamis, 25 Jun 2026 02:52 WIB
SHARE

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax tidak akan berdampak langsung pada tarif logistik maupun harga komoditas dalam waktu dekat.

Menurut Bahlil, sektor logistik dan angkutan barang masih menggunakan BBM bersubsidi sehingga biaya operasional distribusi tetap dapat terjaga. Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap tidak terjadi kenaikan harga barang akibat penyesuaian harga BBM non-subsidi.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) pada Kamis (25/6). Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah saat ini masih mempertahankan harga BBM bersubsidi guna melindungi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Di sisi lain, pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi karena pengguna bahan bakar jenis tersebut umumnya berasal dari kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menyoroti pentingnya penyaluran subsidi energi yang tepat sasaran. Ia mengingatkan agar subsidi BBM benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok yang berhak menerima, bukan oleh masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih baik.

Selain membahas kebijakan BBM, Bahlil turut menyinggung perkembangan kondisi geopolitik global yang masih memengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Menurutnya, ketidakpastian yang terjadi di sejumlah kawasan konflik masih berpotensi memberikan tekanan terhadap pasar energi internasional.

Meskipun terdapat sinyal meredanya ketegangan di beberapa negara, Bahlil menilai dinamika geopolitik global masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Karena itu, pemerintah terus mencermati perkembangan situasi guna mengantisipasi dampaknya terhadap sektor energi nasional.

Ia memperkirakan ketidakstabilan yang memengaruhi harga minyak dunia masih berpotensi berlanjut hingga akhir 2026. Oleh sebab itu, pemerintah memilih menggunakan skenario yang lebih konservatif dalam melakukan perencanaan dan pengambilan kebijakan di sektor energi.

Sumber: Tirto.id