Banyak penggemar slot yang penasaran dengan slot plinko. Permainan ini menyajikan kombinasi antara strategi dan keberuntungan.

Investor Asing Masih Tertarik Properti Indonesia, Sektor Logistik Tampil Paling Kuat

Senin, 18 May 2026 10:38 WIB
SHARE

Pasar properti di Indonesia mulai menunjukkan pemulihan yang semakin jelas pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh sektor pergudangan modern serta perkantoran premium di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta, seiring membaiknya aktivitas bisnis dan investasi.

Berdasarkan laporan terbaru JLL, kinerja perkantoran di CBD Jakarta tetap positif dengan tingkat okupansi yang stabil di angka 72%. Bahkan, permintaan ruang kantor pada awal 2026 tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Head of Research JLL, James Taylor, menyampaikan bahwa tidak adanya tambahan pasokan gedung baru di kawasan CBD turut memperkuat permintaan terhadap gedung yang sudah ada, khususnya kategori Grade A. Ia juga menambahkan bahwa tren relokasi penyewa ke gedung dengan kualitas lebih tinggi masih terus berlanjut.

Selain itu, permintaan terhadap ruang kantor siap pakai atau fully furnished juga semakin meningkat. Hal ini mendorong pemilik gedung untuk menyediakan unit yang sudah dilengkapi furnitur guna menarik minat penyewa.

Dari sisi sektor industri, permintaan terbesar untuk ruang perkantoran premium berasal dari perusahaan di bidang jasa keuangan dan teknologi. Sejalan dengan itu, harga sewa gedung Grade A di CBD mengalami kenaikan sebesar 0,95% dibanding kuartal sebelumnya, melanjutkan tren pertumbuhan sejak 2025.

Di sisi lain, sektor pergudangan modern dan logistik justru menjadi yang paling solid. Tingkat okupansi gudang modern di wilayah Jabodetabek tercatat tinggi dan stabil di angka 96%. Kinerja ini didorong oleh meningkatnya investasi manufaktur, khususnya dari Tiongkok, yang turut memicu kebutuhan akan gudang, lahan industri, hingga fasilitas produksi siap pakai.

Permintaan di sektor ini masih didominasi oleh industri logistik dan jasa pengiriman, baik dari pemain baru maupun perusahaan yang melakukan ekspansi. Menariknya, pertumbuhan ini tidak lagi terpusat di Jabodetabek saja, tetapi mulai merambah ke kota-kota lain seperti Bandung, Subang, dan Surabaya.

Sementara itu, sektor ritel di Jakarta juga menunjukkan perbaikan. Tingkat hunian pusat perbelanjaan meningkat menjadi 86%, dengan tambahan permintaan ruang sekitar 10.000 meter persegi pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi tenant makanan dan minuman, terutama merek teh asal Tiongkok, serta masuknya brand parfum internasional ke pusat perbelanjaan premium.

Berbeda dengan sektor lainnya, pasar kondominium masih bergerak lebih hati-hati. Permintaan apartemen saat ini lebih banyak berasal dari pembeli end-user yang memanfaatkan insentif PPN Ditanggung Pemerintah untuk unit siap huni.

Dari sisi investasi, pasar properti Indonesia tetap menarik di tengah ketidakpastian global. Minat investasi masih didominasi oleh investor domestik, sementara investor asing berasal dari kawasan Amerika Utara, Hong Kong, Jepang, dan Timur Tengah.

Namun demikian, investor kini cenderung lebih selektif dengan fokus pada aset yang sudah menghasilkan pendapatan, khususnya di sektor perkantoran, hotel, dan serviced apartment.

Sumber:
EmitenNews.com