Banyak penggemar slot yang penasaran dengan slot plinko. Permainan ini menyajikan kombinasi antara strategi dan keberuntungan.

Keandalan Pasokan BBM Dijaga untuk Dukung Distribusi Logistik Kalimantan Barat

Selasa, 07 Jul 2026 02:23 WIB
SHARE

PONTIANAK – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan keandalan pasokan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat tetap terjaga guna mendukung kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta aktivitas perekonomian daerah.

Sebagai salah satu pusat distribusi logistik di Kalimantan Barat, Kota Pontianak memiliki peran strategis dalam menjaga arus barang antardaerah. Untuk memastikan pasokan energi tetap aman, BPH Migas melakukan pemantauan langsung mulai dari Integrated Terminal (IT) Pontianak hingga sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan bahwa ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok logistik dan konektivitas di wilayah Kalimantan Barat.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan pada Senin (6/7/2026), penyediaan dan penyaluran BBM di Pontianak dinilai berjalan dengan baik sehingga mampu mendukung aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.

Wahyudi menjelaskan, meningkatnya aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat turut mendorong kenaikan konsumsi BBM di Kalimantan Barat. Hingga Juni 2026, konsumsi Solar bersubsidi (Jenis BBM Tertentu/JBT) tercatat meningkat sekitar 6,5 persen, sementara konsumsi Pertalite (Jenis BBM Khusus Penugasan/JBKP) naik sekitar 2,5 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Meski terjadi peningkatan konsumsi, pemerintah memastikan ketersediaan BBM subsidi maupun BBM kompensasi tetap terjaga. BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat sistem distribusi, mengantisipasi potensi hambatan penyaluran, serta memastikan BBM bersubsidi diterima oleh masyarakat yang berhak.

Saat ini, jaringan distribusi BBM di Kalimantan Barat didukung oleh 151 SPBU, 75 SPBU yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), 42 Pertashop, serta 17 SPBU Nelayan yang melayani dua kota dan 12 kabupaten.

Selain meninjau Integrated Terminal Pontianak, BPH Migas juga melakukan inspeksi ke SPBU yang berada di kawasan Pelabuhan Peti Kemas Pontianak. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik penting karena melayani kendaraan angkutan barang yang mendukung distribusi logistik di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, BPH Migas memeriksa proses penyaluran BBM, memastikan ketersediaan stok dan ketepatan takaran, serta berdialog dengan operator SPBU, pengemudi angkutan barang, dan masyarakat untuk mengetahui kondisi pelayanan di lapangan.

Hasil pemantauan menunjukkan penggunaan BBM masih berada dalam batas yang wajar. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan agar ketersediaan pasokan tetap terjaga, antrean dapat diminimalkan, serta distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran.

Ke depan, BPH Migas akan terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan guna menjaga keandalan pasokan dan penyaluran BBM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.

Sementara itu, Region Manager Retail Sales Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Addieb Arselan, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan penugasan pemerintah untuk menyediakan dan menyalurkan BBM, termasuk memastikan distribusi BBM bersubsidi diterima oleh masyarakat yang berhak.

Dukungan juga disampaikan Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Kalimantan Barat, Al Amin. Ia mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan BBM bersubsidi bagi angkutan barang sehingga aktivitas distribusi logistik dapat terus berjalan dengan lancar.

Sumber: bphmigas.go.id