Banyak penggemar slot yang penasaran dengan slot plinko. Permainan ini menyajikan kombinasi antara strategi dan keberuntungan.

Dukung Kemkomdigi, Ketum ASPERINDO: Digitalisasi Bukan Ancaman, Melainkan Pengungkit Efisiensi dan Pertumbuhan Industri Logistik

Sabtu, 04 Jul 2026 11:54 WIB
SHARE

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) mendukung kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang mendorong pengembangan ekonomi digital selaras dengan pelestarian budaya dan penguatan karakter bangsa. Bagi industri logistik, transformasi digital dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Ketua Umum DPP ASPERINDO, Budiyanto Darmastono, mengatakan digitalisasi telah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari oleh seluruh perusahaan jasa pengiriman dan penyelenggara pos. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus diterapkan secara menyeluruh, mulai dari proses pemesanan, pengelolaan kiriman, pelacakan paket, layanan pelanggan, hingga transaksi pembayaran agar pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, dan transparan.

Budiyanto menjelaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) juga mulai dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Melalui sistem tersebut, berbagai pertanyaan pelanggan dapat dijawab secara otomatis sehingga proses pelayanan menjadi lebih efisien. Ia menambahkan, pemerintah juga mendorong agar seluruh penyelenggara pos memiliki sistem digital yang terintegrasi dari hulu hingga hilir (end-to-end).

Menurutnya, digitalisasi tidak boleh dipandang sebagai ancaman bagi tenaga kerja. Sebaliknya, transformasi tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui penyempurnaan proses bisnis dan sistem kerja tanpa mengurangi kesejahteraan karyawan. Dengan produktivitas yang meningkat, perusahaan diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Budiyanto yang juga menjabat sebagai Direktur Utama SAPX Express menilai peningkatan kualitas layanan akan berdampak pada naiknya kepuasan pelanggan dan mendorong pertumbuhan volume pengiriman. Selain itu, digitalisasi juga membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperoleh layanan logistik yang lebih kompetitif.

Ia menjelaskan, melalui sistem yang terintegrasi, perusahaan kurir dapat melakukan konsolidasi operasional sehingga mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat proses pelayanan. Langkah tersebut dinilai penting, terutama bagi perusahaan jasa pengiriman yang masih memiliki keterbatasan dari sisi sistem maupun jaringan operasional.

Budiyanto mengungkapkan bahwa implementasi konsolidasi penyelenggara pos sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 8 masih berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, sekitar 25 persen anggota ASPERINDO telah bergabung dalam skema konsolidasi tersebut. Ia optimistis angka tersebut akan terus meningkat setelah regulasi diterapkan secara penuh pada Oktober mendatang.

Lebih lanjut, ia mendorong perusahaan jasa pengiriman yang belum memiliki kemampuan membangun sistem digital secara mandiri untuk bergabung dengan perusahaan konsolidator. Menurutnya, langkah tersebut menjadi solusi yang lebih efisien karena perusahaan dapat langsung memanfaatkan sistem, operasional, dan layanan pelanggan yang telah terintegrasi.

Di sisi lain, ASPERINDO juga berharap pemerintah terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh penyelenggara pos agar mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam regulasi. Dengan implementasi digitalisasi yang merata, industri logistik diharapkan semakin efisien, kompetitif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Sumber: Edisi.co.id