Bamsoet Apresiasi Peran Asia Cargo Network Majukan Industri Kargo Nasional

Sabtu, 04 May 2024 01:16 WIB
SHARE

Jakarta – Ketua MPR RI yang juga salah satu pendiri serta pemilik Black Stone Airline Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kiprah Asia Cargo Network (ACN) yang ikut berperan dalam menumbuhkembangkan industri kargo nasional. Diketahui ACN memiliki 4 maskapai penerbangan di Asia Tenggara dan Timur Tengah, yakni Asia Cargo Airlines, Mena Cargo, Black Stone Airlines, dan World Cargo Airlines.

“ACN didirikan pada tahun 1970 sebagai pionir logistik regional di Asia Tenggara. ACN kini menjadi operator maskapai kargo udara terkemuka di kawasan Asia Tenggara dengan kehadiran yang berkembang di Singapura, Indonesia, Malaysia, Timur Tengah, Afrika dan Eropa. ACN mengoperasikan 12 unit pesawat pengangkut Boeing, dengan jumlah karyawan mencapai 800 orang lebih,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (4/5/2024).

Hal itu dia sampaikan di acara halalbihalal ACN Black Stone Airline yang berlangsung di Jakarta, Jumat (3/5) malam.

 
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan setiap tahunnya ACN dan Black Stone Airline mengangkut 200 ribu ton kargo dari 64 jalur kargo udara. Bamsoet menyebut ACN juga menerima 2 anugerah bergengsi pada Oktober 2023, yakni ‘Best e-Commerce Carrier of the Year, Asia Pacific’ untuk ACN Group dan ‘Express Provider of the Year, Asia Pacific’ untuk World Cargo Airlines.

“Kesuksesan ACN Black Stone Airline diperoleh bukan tanpa hambatan. Tahun lalu, 2023 satu pesawat Black Stone Airline tertembak OPM ketika hendak menurunkan logistik di daerah pegunungan Papua. Kemudian, April di tahun yang sama satu pesawat ACN black Stone Airline hancur di Bandara Khartoum Sudan terkena tembakan dan bom saat terjadi konflik,” jelas Bamsoet.

“Alhamdulillah lima kru ACN berhasil kembali dengan selamat ke Indonesia, walaupun sempat terjebak selama dua pekan di zona perang Sudan. Belum lama ini, awal tahun 2024 lima kru ACN dan satu pesawat juga sempat ‘tertahan’ sekitar empat bulan dengan alasan tidak jelas oleh oknum berwenang di Kongo, sebelum akhirnya berkat intervensi pemerintah Indonesia melalui Menteri luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Duta Besar RI di Nairobi, Kenya Mohamad Hery Saripudin, bisa pulang ke Indonesia,” kata Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini mengungkapkan bisnis penerbangan kargo nasional juga mengalami kendala lain, salah satunya terkait tingginya harga avtur di Indonesia. Diketahui harga avtur di Indonesia lebih tinggi 20 persen dibandingkan di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, sehingga mengganggu mata rantai usaha sektor logistik dan kargo.

Untuk itu Bamsoet mendorong pemerintah bersama Pertamina segera mengambil langkah guna mengatasi persoalan harga ini. Apalagi rata-rata biaya avtur berkontribusi sekitar 35 sampai 40 persen terhadap keseluruhan operasional pesawat.

“Tidak hanya mengganggu penerbangan penumpang berjadwal, kenaikan harga avtur yang semakin tinggi ditambah menguatnya kurs dollar juga telah menyebabkan industri penerbangan kargo terkena dampaknya. Perusahaan kargo rata-rata telah menandatangani kontrak jangka panjang dengan perusahaan jasa pengiriman dalam negeri untuk mengangkut berbagai muatannya. Namun karena kondisi harga avtur yang terus melejit, membuat industri penerbangan kargo juga menjerit,” jelas Bamsoet.

Dia pun mewanti-wanti dampak harga avtur yang melambung. Bamsoet mengatakan jangan sampai harga avtur yang tinggi menyebabkan terjadinya pemangkasan lapangan pekerjaan. Terlebih industri penerbangan kargo merupakan bagian dari ekosistem pengembangan ekonomi digital Indonesia yang membantu UMKM memasarkan berbagai produk secara digital.

“Sehingga pemasarannya tidak hanya di lokasi sekitar tempatnya berusaha, melainkan bisa menjangkau berbagai wilayah lain dari Sabang hingga Merauke melalui penerbangan kargo,” pungkas Bamsoet.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-7324112/bamsoet-apresiasi-peran-asia-cargo-network-majukan-industri-kargo-nasional