JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti besarnya kerugian yang ditimbulkan akibat masih beroperasinya truk Over Dimension Over Load (ODOL) di berbagai ruas jalan. Menurutnya, pemerintah harus mengalokasikan anggaran lebih dari Rp40 triliun setiap tahun untuk memperbaiki dan memelihara jalan yang mengalami kerusakan akibat kendaraan dengan muatan berlebih.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai menghadiri Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (IZEHDV) Summit 2026 di Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
AHY menjelaskan bahwa dampak truk ODOL tidak hanya membebani anggaran negara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, pemerintah akan memperkuat upaya penertiban melalui kolaborasi lintas sektor dengan tetap memperhatikan kelancaran aktivitas ekonomi.
Menurutnya, penegakan aturan harus dilakukan secara tegas dan berkeadilan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
Di sisi lain, AHY mengakui bahwa praktik kendaraan bermuatan berlebih juga dipengaruhi oleh tingginya biaya logistik nasional. Saat ini, biaya logistik Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara maju yang mampu menekan biaya logistik pada kisaran 8 hingga 9 persen dari PDB.
Karena itu, penertiban truk ODOL tidak hanya difokuskan pada penegakan hukum, tetapi juga diiringi dengan penyediaan alternatif transportasi barang yang lebih efisien. Pemerintah menargetkan penurunan porsi biaya logistik terhadap PDB melalui pengembangan berbagai moda angkutan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah peningkatan kapasitas angkutan logistik berbasis kereta api dan transportasi maritim. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap angkutan barang melalui jalan raya, sekaligus menekan emisi, meningkatkan keselamatan lalu lintas, dan memperkuat efisiensi sistem logistik nasional.
Sumber: koran.pikiran-rakyat.com