Banyak penggemar slot yang penasaran dengan slot plinko. Permainan ini menyajikan kombinasi antara strategi dan keberuntungan.

Perkuat Logistik Jawa Timur, Kinerja Pelabuhan Gresik Tumbuh Positif di Semester I – 2026

Selasa, 21 Jul 2026 03:32 WIB
SHARE

GRESIK – PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik mencatat pertumbuhan kinerja operasional yang positif sepanjang Semester I 2026. Hingga akhir Juni 2026, total arus bongkar muat di Pelabuhan Gresik mencapai 2,29 juta ton atau meningkat 18,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan pelabuhan sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul logistik utama di Jawa Timur.

Pertumbuhan kinerja didorong oleh kenaikan volume pada hampir seluruh komoditas yang dilayani. Arus curah cair meningkat sekitar 12 persen, dari 387 ribu ton pada Semester I 2025 menjadi 434 ribu ton pada Semester I 2026. Komoditas yang ditangani meliputi aspal, propylene, crude palm oil (CPO), dan condensate.

Sementara itu, volume curah kering juga menunjukkan peningkatan signifikan, dari 403 ribu ton menjadi 599 ribu ton. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh komoditas bungkil, batu split, dan pasir.

Pada segmen general cargo, volume bongkar muat naik dari 1,14 juta ton/m³ menjadi 1,26 juta ton/m³ selama Semester I 2026. Komoditas yang ditangani antara lain kayu log, pupuk, semen, besi, hingga tiang pancang yang berperan penting dalam mendukung aktivitas industri, pembangunan infrastruktur, serta distribusi kebutuhan masyarakat.

Dari sisi operasional, Pelabuhan Gresik mencatat Berthing Time (BT) sebesar 75,64 jam, Berth Occupancy Ratio (BOR) sebesar 85,50 persen, serta tingkat utilisasi lapangan mencapai 48,53 persen. Tingginya utilisasi dermaga menunjukkan peningkatan aktivitas pelayanan seiring bertambahnya permintaan jasa kepelabuhanan.

Sepanjang Semester I 2026, Pelabuhan Gresik melayani sekitar 600 permohonan bongkar muat dari para pengguna jasa. Meskipun meningkatnya jumlah kapal sempat memicu antrean pada waktu tertentu, operasional tetap berjalan lancar melalui pengaturan jadwal sandar, koordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta optimalisasi fasilitas dan sumber daya yang tersedia.

Kepercayaan pelanggan terhadap layanan Pelabuhan Gresik juga terus meningkat. Hingga akhir Semester I 2026, tercatat sebanyak 32 perusahaan menjadi pelanggan aktif dengan penambahan tiga pelanggan baru. Hasil Survei Kepuasan Pelanggan pun menunjukkan tingkat kepuasan yang baik terhadap kualitas layanan yang diberikan.

Selain berfokus pada peningkatan produktivitas, Pelabuhan Gresik tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja. Selama Semester I 2026, operasional pelabuhan berhasil mempertahankan capaian Zero Accident dan Zero Lost Time Injury (LTI). Komitmen tersebut diperkuat melalui pelaksanaan 666 kali safety briefing, pencapaian jam kerja aman, simulasi tanggap darurat, serta penerapan standar keamanan pelabuhan sesuai International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Gresik, Sutopo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan, mitra kerja, regulator, serta seluruh insan perusahaan yang telah berkontribusi terhadap pencapaian kinerja selama Semester I 2026.

Menurutnya, pertumbuhan arus barang dan bertambahnya jumlah pelanggan menjadi indikator bahwa Pelabuhan Gresik semakin dipercaya sebagai gerbang logistik yang mendukung kebutuhan industri di Jawa Timur. Ke depan, perusahaan akan terus meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan fasilitas pelabuhan, memperkuat budaya keselamatan kerja, serta memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Memasuki Semester II 2026, Pelabuhan Gresik akan memfokuskan upaya pada peningkatan kapasitas pelayanan guna mengantisipasi pertumbuhan arus logistik. Optimalisasi produktivitas operasional, peningkatan pelayanan kapal, penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta konsistensi penerapan standar HSSE menjadi prioritas untuk terus mendukung kelancaran rantai pasok nasional dan pertumbuhan industri di Jawa Timur.

Sumber: Nasionalnews.id