Topang MNP, Dry Port Sidrap-Jeneponto Bakal Pangkas Ongkos Logistik

Sabtu, 05 Mar 2022 09:48 WIB
SHARE

Makassar – PT Pelindo Regional IV menargetkan dry port atau pelabuhan darat yang akan dibangun di Sidrap dan Jeneponto segera dimulai bertahap. Keberadaan dry port ini diharap menopang aktivitas di Makassar New Port (MNP) sehingga bisa memangkas ongkos logistik.
“Mungkin di akhir tahun ini bisa dioperasikan. Paralel nanti dengan Pelindo yang akan menyiapkan sumber daya manusianya, organisasinya, juga peralatannya,” ungkap Regional Head 4 Pelindo Dwi Rahmad Toto dalam keterangan yang diterima detikSulsel, Selasa (1/3/2022).

Dwi Rahmat Toto menambahkan pembangunan dry port ini disiapkan untuk menunjang aktivitas bongkar muat barang di Makassar New Port (MNP). Pemprov Sulsel menginisiasi pembangunan dua dry port tersebut karena melihat kondisi sekarang yang sudah sangat padat sekali. Kepadatan akan memicu kemacetan sehingga timbul biaya-biaya yang tak diharapkan, idle cost.

“Jadi konsepnya, begitu barang masih di dry port, sudah dilakukan standarisasi sesuai dengan kebutuhannya dan juga dimaksukkan ke dalam peti kemas lalu dilakukan administrasi pengiriman dokumen dan lain-lain. Sehingga ketika dikirim ke pelabuhan itu sudah clear semua. Sudah tidak ada lagi yang harus diurus, jadi untuk mempersingkat waktu,” jelasnya.

Skema pembangunan dry port di Sidrap dan Jeneponto nantinya dengan kerja sama tiga pihak. Lahan akan disiapkan Pemda setempat. Anggaran pembangunan ditanggung Pemprov Sulsel. Kemudian untuk pengoperasian serta penyiapan peralatan yang dibutuhkan akan disiapkan Pelindo.

“Pembangunan akan bertahap. Tidak langsung dibangun di lahan yang disiapkan karena rata-rata luasnya hampir 2 hektare. Nggak langsung seluas itu, tapi bertahap. Nah itu akan lebih meringankan dan kita juga lihat perkembangannya,” jelasnya.

Saat ini, studi kelayakan sudah disusun pihak konsultan independen dari Unhas. Wilayah Utara dan Selatan Sulsel cukup padat dengan truk dan jalur eksisting sudah tercipta. Sehingga diharapkan ada perubahan pola.

“Terutama untuk yang UMKM dan pengusaha-pengusaha kecil yang selama ini menggunakan truk-truk dengan ukuran yang kecil. Ini yang akan coba kita atur dan arahkan untuk masuk ke dry port, sehingga ada efisiensi biaya.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya menuturkan kehadiran dry port dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidrap dan Sulsel. Dia juga berharap agar manfaat dry port ini benar-benar segera dirasakan masyarakat.

“Misalnya, efisiensi biaya dan waktu tempuh ke pelabuhan muat di Makassar, serta dapat mengurangi kemacetan lalu lintas jalan dan mengurangi beban kerusakan jalan raya,” tutupnya.

Sumber : https://www.detik.com/sulsel/bisnis/d-5964540/topang-mnp-dry-port-sidrap-jeneponto-bakal-pangkas-ongkos-logistik