Jurus RI Kejar Kalah Daya Saing Logistik dari Malaysia Cs

Sabtu, 16 Oct 2021 09:32 WIB
SHARE

Jakarta – Daya saing logistik Indonesia harus diakui masih ketinggalan dibandingkan negara tetangga. Berdasarkan logistic performance index (LPI) 2020 yang dirilis Bank Dunia, Indonesia ada di peringkat 46, sedangkan Malaysia 41, Vietnam 39, Thailand 32, dan Singapura peringkat 7.
Pemerintah terus berusaha menyempurnakan National Logistics Ecosystem (NLE) di Indonesia agar lebih kompetitif dapat mengejar ketertinggalan dari negara lain. Untuk itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama dengan Bank Mandiri hari ini melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama terkait layanan perbankan melalui NLE.

Ruang lingkup kerja sama tersebut adalah pemanfaatan layanan perbankan secara elektronik pada portal NLE sesuai ketentuan yang berlaku, meliputi pemenuhan kewajiban keuangan negara berupa pembayaran penerimaan negara, pembayaran biaya logistik yang telah diberitahukan dan diberlakukan dalam portal NLE, serta pemberian kemudahan/fasilitas pembiayaan dan/atau penjaminan pembayaran terkait layanan yang akan diatur lebih lanjut sesuai kesepakatan, untuk dapat digunakan pihak lain yang terkait.

“Tentunya pandangan kami ini mudah-mudahan di 2021 dan 2022 semua pelabuhan dan bandara di Indonesia sudah menggunakan sistem yang sama dan full implementasi, dan ini dari presentasi kami ke para menteri ini sangat mengefisienkan daripada kegiatan di pelabuhan dan bandara menggunakan sistem IT dan platform yang digunakan kolaborasi dalam National Logistics Ecosystem,” katanya Senin (11/10/2021).

Perjanjian kerja sama tersebut berlaku untuk jangka waktu lima tahun sejak ditandatangani dan selanjutnya diperpanjang sesuai kesepakatan dengan melakukan evaluasi. Keikutsertaan lembaga perbankan atau lembaga keuangan lainnya dalam NLE bersifat terbuka dan sukarela. Ke depannya pengembangan NLE akan terus dilakukan, khususnya dari aspek kemudahan dan fasilitasi pembayaran.

Sementara ini, National Logistics Ecosystem sudah jalan bertahap di Tanjung Priok, Tanjung Mas, Belawan, dan Batam. Askolani menjelaskan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta NLE diperluas ke pelabuhan atau bandara lainnya.

“Pak Menko Luhut dan juga Bu Menkeu mengharapkan dari target awal kami mungkin hanya 4-5 pelabuhan dan bandara, tapi para menteri mengharapkan bisa sampai 10 di tahun 2021 ini,” jelasnya.

Dia meyakini daya saing Indonesia di bidang logistik akan meningkat dan dapat bersaing dengan negara-negara tetangga.

“Kami melihat competitiveness kita terhadap negara lain di Singapura, Malaysia, dan juga hal lainnya akan lebih seimbang baik dalam hal perizinan, efisiensi biaya, efisiensi waktu, dan SDM yang menjadi komitmen dari National Logistics Ecosystem ini,” tambah Askolani.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5761787/jurus-ri-kejar-kalah-daya-saing-logistik-dari-malaysia-cs?_ga=2.241978372.746777629.1634349400-1588502321.1591153436